MATERI TENTANG MANUSIA DAN LINGKUNGAN.
1.
Hakikat manusia
sebagai objek dan subjek lingkungan
2.
Manusia,
lingkungan alam, dan lingkungan sosial
3.
Pengaruh timbal
balik antara kondisi lingkungan alam dan sosial
4.
Pengertian
demografi dan problematikanya dalam meningkatkan kesejahteraan hidup manusia
5. Analisis dampak lingkungan dan
analisis resiko lingkungan
- Manusia sebagai subjek dan objek lingkungan.
Manusia adalah
makhluk ciptaan Tuhan yang paling tinggi derajatnya dibanding makhluk-makhluk
hhidup lainnya, karena manusia secara kodrati diberi akal budi memungkinkan
adanya kebudayaan. Manusia dapat digolongkan sebagai makhluk individu dan
makhluk sosial. Manusia sebagai makhluk individu memiliki pemikiran-pemikiran
tentang apa yang menurutnya baik dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan
diambil. Manusia juga berlaku sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan
dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya.
Lingkungan di
definisikan sebagai kondisi di sekitar kita yang mempengaruhi kehidupan suatu
makhluk. Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya,
keadaan dan makhluk hidup termasuk didalamnya manusia dan perilakunya, yang
mempegaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup lainnya
(Undang-Undang No.4 tahun 1982).
Dalam buku Pedoman
Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (1997) dinyatakan
bahwa pendidikan lingkungan hidup menyandang karakteristik sebagai pendidikan
seumur hidup (long life education), baik melalui jalur formal (sekolah) maupun
informal (luar sekolah). Lingkungan sosial merupakan hubungan interaksi antar
manusia dengan manusia lain yaang terjalin harmonis. Studi lingkungan adalah
suatu studi tentang gejala dan masalah tentang kehidupan manusia yang ditinjau
antar hubungannya dengan lingkungannya. Dalam studi lingkungan dilakukan
pengkajian praktis tentang masalah kehidupan dan masalah llingkungan yang
menerapkan konsep dan prinsip ekologi serta prinsip dan konsep ilmu sosial.
Lingkungan dapat
dibagi menjadi 3 yaitu lingkungan biotik, abiotik dan lingkungan buatan.
Manusia menjadi objek dan sekaligus subjek dan lingkungan karena manusia hidup
dan berkembang di lingkungan masing-masing, mengolah sumber-sumber alam dan
sosial yang ada di lingkungan tersebut serta memanfaatkannya sesuai dengan
kebutuhan hidupnya. Berbeda denganmakhluk hidup lainnya, bukan dalam hal
memenuhi kebutuhan hidupnya melainkan perillaku manusia dalam memanfaatkan
kebutuhan hidup itulah yang membedakannya dengan makhluk hidup lainnya,
misalnya hewan.
Selain membutuhkan makan dan minum, manusia juga
membutuhkan tempat tinggal yang layak, bila tidak berarti tidak manusiawi, manusia
juga membutuhkan pendidikan, dan membutuhkan pakaian, yang itu semua kebutuhan
primer atau pokok manusia. Manusia juga berfilsafat tentang hakekat dirinya
sebagai pribadi dalam hubungannya dengan manusia lain, dengan alam dan
hubungannya dengan Tuhan, Sang Pencipta, yang termuat dalam ajaran agama. Dari
filsafat pula manusia dapat menciptakan ilmu seni dan budaya. Kehidupan yang
manusiawi tentunya dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh perilaku. Perilaku
manusia satu dengan yang lainnya tidak dapat disamakan. Hal yang cukup
mempengaruhi perilaku manusia tersebut karena faktor lingkungan dimana dia
tinggal. Sehingga manusia dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kondisi
lingkungannya. Dengan demikian manusia berperan sebagai objek sekaligus subjek
dari lingkungan.
HUBUNGAN ANTARA MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN ALAM DAN
LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA.
Manusia sedikit demi sedikit mulai menyesuaikan
diri pada alam lingkungan hidupnyamaupun komunitas bilogis (lingkungan sosial)
ditempat mereka hidup. Perubahan alam lingkungan hidup manusia tampak jelas
dikota-kota, dibanding dengan pelosok dimana penduduknya masih sedikit dan
primitif. Hubungan antara manusia dan lingkungannya, baik lingkungan alam
maupun lingkungan sosialnya tentu akan menimbulkan dampak yaitu dampak positif
dan negatif. Pengaruh positif bagi manusia adalah dengan adanya manfaat atau
keuntungan dari llingkungan. Pengaruh negatif bagi manusia, karena lingkungan
dirasa mengalami perubahan yang dapat merugikan kehidupan manusia.
Dampak yang makin terlihat nyata saat ini adalah
perubahan alam lingkungan hidup manusia. Hal itu karena ulah perbuatan manusia
sendiri. Lingkungan alam mengalami kerusakan dan tentunya mengganggu
keseimbangan ekosistem lingkungan yang juga akan berpengaruh pada kehidupan sosial
manusia.
Manusia merupakan komponen biotik lingkungan yang
memiliki kemampuan berfikir dan penalaran yang tinggi. Disamping itu manusia
memiliki budaya, pranata sosial dan pengetahuan serta teknologi yang makin
berkembang. Peranan manusia dalam lingkungan ada yang bersifat positif ada juga
yang bersifat negatif. Peranan manusia yang bersifat negatif adalah peranan
yang merugikan lingkungan. Kerugian ini secara langsung maupun tidak langsung
timbul akibat kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, peranan
manusia yang bersifat positif adalah peranan yang berakibat menguntungkan
lingkungan karena dapat menjaga dan melestarikan daya dukung lingkungan.
Peranan manusia yang bersifat negatif terhadap
lingkungan antara lain sebagai berikut :
1.
Eksploitasi
yang melampaui batas sehingga persediaan SDA semakin menciut (depletion)
2.
Punah
atau merosotnya jmlah keanekaan jenis biota.
3.
Berubahnya
ekosistem alami yang mantap dan seimbag menjadi ekosistem binaan yang tidak
mantap karena terus menerus memerlukan subsudi energi.
4.
Berubahnya
profil permukaan bumi yang dapat mengganggu kestabilan tanah hingga menimbulkan
longsor.
5.
Masuknya
energi bahan atau senyawa tertentu kedalam lingkungan yang menimbulkan
pencemaran air, udara dan tanah. Hal ini berakibat menurunnya kualitas
lingkungan hidup. Pencemaran dapat menimbulkan dampak negatif pada lingkungan
dan terhadap manusia itu sendiri.
Peranan manusia yang menguntungkan lingkungan
anatara lain adalah :
1.
Melakukan
eksploitasi SDA secara tepat dan bijaksana terutama SDA yang tidak dapat
diperbaharui.
2.
Mengadakan
penghijauan dan reboisasi untuk menjaga kelestarian keaneka jenis flora serta
untuk mencegah terjadinya erosi dan banjir.
3.
Melakukan
proses daur ulang serta pengoahan limbah agar kadar bahan pencemar yang terbuang
kedalam lingkungan tidak malampaui nilai ambang batasnya.
4.
Melakukan
sistem pertanian secara tumpang sari atau multi kultur untuk menjaga kesuburan
tanah. Untuk tanah pertanian yang miring dibuat sengkedan guna mencegah
derasnya erosi serta terhanyutnya lapisan tanah yang mengandung humus.
5.
Membuat
peraturan, organisasi atau undang-undang untuk melindungi lingkungan dan
keanekaan jenis makhluk hidup.
PENGARUH TIMBAL BALIK ANTARA LINGKUNGAN ALAM DAN
LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA
Manusia memandang alam lingkungannya dengan bermacam-macam kebutuhan dan keinginan.
Manusia bersaing dengan spesies lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Dalam hal ini manusia memiliki kemampuan lebih besar dibandingkan organisme
lainnya, terutama dalam penggunaan sumber-sumber alamnya.
Berbagai cara telah dilakukan manusia dalam
menggunakan sumber-sumber alam berua tanah, air, fauna, flora, bahan-bahan
galian, dan sebagainya. Namun sesuai dengan kondisi lingkungan saat ini manusia
sudah seharusnya melakukan perubahan. Perubahan yang dimaksud disini bukanlah
transformasi yang diartikan sebagai perubahan seluruhnya (dari teknologi,
sosial budaya dan ekonomi). Perubahan disini lebih kepada perubahan hidup
berperilaku, kebiasaan dalam hidup yang menunjang pada penyelamatan lingkungan,
perilaku hidup manusia.
Masih banyak masyarakat yang memiliki kebiasaan
yang tidak ramah lingkungan, seperti pengerusakan lingkungan demi keuntungan
semata. Seharusnya manusia berhati-hati dalam mengolah tanah, air, udaradan makhluk-makhluk
yang ada didunia ini. Khususnya pada lingkungan, manusia telah begitu banyak
menimbulkan kerusakan pada bumi ini. Limbah, kotoran, sampah dibuang begitu
saja tanpa mengindahkan lingkungan dan makhluk lain.respon dari lingkungan
dapat dilihat dari timbulnya bermacam jenis penyakit, bahkan terjadi bencana
alam karena eksploitasi alam besar-besaran oleh manusia.
Hubungan antara lingkungan alam dan lingkungan
sosial budaya saling timbal balik. Untuk mengetahui pengaruh antara lingkungan
alam dengan kondisi sosial budaya dapat dilakukan dengan cara membandingkan
antara dua wilayah yang memiliki kondisi lingkungan alam yang berbeda.
Misalnya, pada wilayah pemukiman penduduk yang tingkat kepadatannya berbeda.
Kondisi tersebut tentu tidak sama pada tiap wilayah di indonesia, namun secara
umum kondisi lingkungan alam diwilayah yang padat penduduk biasanya lebih buruk
dibandingkan dengan wilayah yang tidak padat penduduk. Kondisi tersebut akan
memicu adanya permasalahan dilingkungan sosial masyarakat. Hal itu terlihat
jelas didaerah perkotaan dengan lingkungan yang padat penduduk, maka memicu
terjadinya berbagai permasalahan sosial dimasyarakat yang lebih kompleks
dibandingkan dengan yang di daerah pedesaan dengan kondisi lingkungan yang
tidak terlalu padat penduduk. Permasalahan sosial yang terjadi didaerah
perkotaan, seperti tingkat kemiskinan yang meningkat, maraknya tindak
kriminalitas, pengangguran yang semakin banyak, kesenjangan ekonomi dan juga
kesenjangan sosial di masyarakat.
Sebaliknya, kondisi sosial lingkungan budaya juga
berpengaruh terhadap lingkungan alam. Hal ini dapat dikaitkan dengan etika
lingkungan yang ada pada suatu masyarakat. Etika lingkungan telah dianut oleh
nenek moyang manusia secara tradisional dan turun temurun, bersumber pada
agama, mitologi, legenda dan cerita rakyat. Hal-hal tersebut masih dipegang
teguholeh masyarakat tertentu sebagai bentuk kearifan tradisional, seperti pada
suku-suku pedalaman di indonesia yang masih memegang kuat etika lingkungan
kuno.
Disisi lainnnya, kondisi sosial budaya masyarakat
saat ini telah banyak mengalami perubahan. Kebutuhan manusia akan teknologi dan
informasi sudah menjadi suatu trend dan gaya hidup dikalangan masyarakat,
sehingga barang elektronik sudah menjadisuatu kebutuhan hidup sehari-hari
manusia. Gaya hidup manusia saat ini terkesan semakin menunjukkan peradaban
yang tinggi, canggih dan penuh dengan teknologi. Seperti pemakaian kendaraan
bermesin yang semakin banyak, seperti pengguna mobil dan motor pribadi yang
terus meningkat tiap tahunnya, sementara akses jalan raya tidak mengalami
perluasan mengakibatkan terjadinya kemacetan dijalan raya khususnya di daerah
perkotaan. Hal ini dapat memicu terjadinya global warming, karena suhu bumi
semakin meningkat dan panas. Belum lagi permasalahn lain, seperti akibat
pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, tentunya membutuhkan ruang
lingkungan hidup yang luas. Sehingga lahan pertanian, perkebunan, bahkan hutan
yang seharusnya menjadi zona hijau saat ini semakin sulit ditemui.
Pemukiman-pemukiman penduduk mulai banyak dibangun, dan jika dalam
pembangunannya tidak memperhatikan kondisi keseimbangan alam sekitarnya, maka
akan mengakibatkan berbagai permasalahan seperti bencana tanah longsor dan
banjir, serta ancaman bencana alam lainnya yang juga akan menimbulkan berbagai
penyakit dimasyarakat.
Dari penjelasan diatas, diketahui bahwa perubahan
sosial budaya manusia yang meliputi perkembangan modernisasi dan teknologi saat
ini tidak hanya membawa manusi pada tingkat perdaban yang semakin tinggi dan maju.
Akan tetapi juga berdampak pada bahaya ancaman lingkkungan yang semakin berat.
Jika manusia tidak melakukan upaya pemecahan masalah yaitu dengan cara
memanfaatkan dan mengembangkan teknologi, tetapi juga dengan tetap
memperhatikan keseimbangan ekosistem alam sehingga kerusakan alam dapat
diminimalisir. Misalnya dengan cara terus mengembangkan teknologi ramah
lingkungan.
PENGERTIAN DEMOGRAFI DAN PROBLEMATIKANYA DALAM
MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN HIDUP MANUSIA.
Demografi adalah salah satu disiplin ilmu. Bidang
kajiannya adalah struktur (susunan) populasi manusia atau kependudukan
dilingkup wilayah tertentu dan dalam periode tertentu pula. Studi demografi
akan mangkaji sebab dan akibat perubahan struktur kependudukan termasuk
peningkatan atau pengurangan jumlah penduduk yang disebabkan tingkat kelahiran,
tingkat kematian, dan proses perpindahan (migrasi) penduduk.
Problematik demografi dalam meningkatkan
kesejahteraan sudah berada diwilayah terapan ilmu demografi. Pertanyaan
mendasarnya adalah upaya mencari keseimbangan struktur penduduk diwilayah
tertentu pada periode tertentu dan kesejahteraan optimal yang dapat dicapai.
Contoh kasus, pemerintah RRC melarang pasangan
suami istri memiliki lebih dari satu anak sejak akhir 1970-an (1978 atau 1979).
Alasannya untuk mengurangi angka pertumbuhan penduduk sehingga beban sosial
ekonomi berkurang. Implikasi kebijakan ini sangan banyak, antara lain budaya
China yang menginginkan anak laki-laki tidak jarang memicu aborsi ketika bayi
dalah kandungan diketahui berkelamin perempuan.
Cina berhasil mencegah kelahiran 400 juta bayi
selama-1978-2008, 30tahun. Namun bersamaan dengan peningkatan kesejahteraan
Cina, akan sering terjadi beban sepasang suami istri adalah empat orang tua
yang panjang umur dan satu anak hasil perkawinan.
Kasus Indonesia sejak reformasi 1998, intensitas
program Keluarga Berencana tampak menurun. (Coba perhatikan semakin banyak
pasangan suami istri disekeliling kita memiliki lebih dari dua anak antara
1998-2008). Belakangan Kepala BKKBN mengingatkan akan terjadi ledakan jumlah
penduduk dan segala implikasinya di Indonesia jika program KB ditinggalkan.
Kampanye KB pun dimulai lagi, namun belum seintensif dimasa Presiden Soeharto.
ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN DAN ANALISIS RESIKO
LINGKUNGAN
I.
Analisis Dampak
Lingkungan
Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu
dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi
proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan atau kegiatan di
indonesia. AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan
akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan disekitarnya. Yang dimaksud
lingkungan hidup disini adalah aspek abiotik, biotik dan kultural. Dasar hukum
AMDAL adalah Peraturan Pemerintah No.27 Tahun 1999 tentang “Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan Hidup”.
Dokumen
AMDAL terdiri dari :
·
Dokumen
Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL)
·
Dokumen
Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL)
·
Dokumen
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)
·
Dokumen
Rencana Penmantauan lingkungan Hidup (RPL)
AMDAL digunakan untuk
:
·
Bahan
bagi perencanaan pembangunan wilayah.
·
Membantu
proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana
usaha dan atau kegiatan.
·
Memberi
masukan untuk penyusunan desain rinci teknis dari rencana usaha dan atau
kegiatan.
·
Memberi
masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup.
·
Memberi
informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha
atau kegiatan.
Pihak-pihak yang
terlibat dalam proses AMDAL adalah :
·
Komisi
penilai AMDAL, komisi yang bertugas menilai dokumen AMDAL.
·
Pemrakarsa,
orang atau badan hukum yang bertanggungjawab atas suatu rencana usaha dan
kegiatan yang akan dilaksanakan.
·
Masyarakat
yang berkepentingan, masyarakat yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan
dalam proses AMDAL.
II.
Analisis
Resiko Lingkungan
Analisis Resiko Lingkungan (ARI) adalah proses
memperkirakan resiko pada organisme, sistem, atau populasi (sub) dengan segala
ketidakpastian yang menyertainya, setelah terpapar oleh agen tertentu dengan
memperhatikan karakteristik agen dan sasaran yang spesifik. Menekan proses
keseimbangan antara biaya yang dikeluarkan untuk mengurangi resiko lingkungan
adalah proses prediksi kemungkinan dampak negatif yang terjadi terhadap
lingkungan sebagai akibat dan kegiatan tertentu. Tahapan ARI :
·
Tentukan
batasan studi atau analisis
·
Tentukan
area yang ingin diperdalam dan informasi yang ingin didapat
·
Lakukan
uji dampak lingkungan berdasarkan informasi data dan pengkatagorian data yang
telah dikumpulkan
·
Evaluasi
informasi yang diperoleh dari uji data, dengan melakukan uji aspek dan dampak
lingkungan. Identifikasi dari kegiatan pada masa lalu, masa kini dan masa yang
akan datang memiliki potensi memiliki dampak negatif terhadap lingkungan.
Proses evaluasi dapat
dilakukan dengan mengkombinasikan opini pribadi dengan matrik evaluasi resiko.
Matrik evaluasi resiko dapat dilakukan dengan analisis kultatif dan kuantitatif.
Analisis Kualitatif :
menggolongkan tingkat resiko berdasarkan hirarki probabilitas resiko dan
tingkat resiko akibat dampat. Analisis semi kuantitatif : konsepnya sama dengan
yang kuantitatif, tpi memakai angka untuk menentukan tingkat potensi resiko. Tujuan
untuk mempermudah memberikan detail tingkat resiko untuk lebih mempermudah
dalam menetukan prioritas masalah. Analisa kuantitatif menggunakan angka dan
perhitungan matematis dalam emnetukan tingkat resiko. Data dapat diperoleh dari
: data base, pengalaman sebelumnya, eksperimen, litelature, permodelan.



0 komentar:
Post a Comment