selangkah lebih maju

Jika kamu tidak mengejar apa yang kamu inginkan, maka kamu tidak akan pernah memilikinya. Jika kamu tidak bertanya, maka jawabanya adalah tidak. Jika kamu tidak mengambil langkah maju, maka kamu akan berada di tempat yang sama
Get Gifs at CodemySpace.com

Friday, September 12, 2014

materi perkulihaan ilmu sosial dan budaya : manusia dan lingkungan

| |


MATERI TENTANG MANUSIA DAN LINGKUNGAN.
1.      Hakikat manusia sebagai objek dan subjek lingkungan
2.      Manusia, lingkungan alam, dan lingkungan sosial
3.      Pengaruh timbal balik antara kondisi lingkungan alam dan sosial
4.      Pengertian demografi dan problematikanya dalam meningkatkan kesejahteraan hidup manusia
5.      Analisis dampak lingkungan dan analisis resiko lingkungan
  1.  Manusia sebagai subjek dan objek lingkungan.

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling tinggi derajatnya dibanding makhluk-makhluk hhidup lainnya, karena manusia secara kodrati diberi akal budi memungkinkan adanya kebudayaan. Manusia dapat digolongkan sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Manusia sebagai makhluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya baik dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan diambil. Manusia juga berlaku sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya.
Lingkungan di definisikan sebagai kondisi di sekitar kita yang mempengaruhi kehidupan suatu makhluk. Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk didalamnya manusia dan perilakunya, yang mempegaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup lainnya (Undang-Undang No.4 tahun 1982).
Dalam buku Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (1997) dinyatakan bahwa pendidikan lingkungan hidup menyandang karakteristik sebagai pendidikan seumur hidup (long life education), baik melalui jalur formal (sekolah) maupun informal (luar sekolah). Lingkungan sosial merupakan hubungan interaksi antar manusia dengan manusia lain yaang terjalin harmonis. Studi lingkungan adalah suatu studi tentang gejala dan masalah tentang kehidupan manusia yang ditinjau antar hubungannya dengan lingkungannya. Dalam studi lingkungan dilakukan pengkajian praktis tentang masalah kehidupan dan masalah llingkungan yang menerapkan konsep dan prinsip ekologi serta prinsip dan konsep ilmu sosial.
Lingkungan dapat dibagi menjadi 3 yaitu lingkungan biotik, abiotik dan lingkungan buatan. Manusia menjadi objek dan sekaligus subjek dan lingkungan karena manusia hidup dan berkembang di lingkungan masing-masing, mengolah sumber-sumber alam dan sosial yang ada di lingkungan tersebut serta memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Berbeda denganmakhluk hidup lainnya, bukan dalam hal memenuhi kebutuhan hidupnya melainkan perillaku manusia dalam memanfaatkan kebutuhan hidup itulah yang membedakannya dengan makhluk hidup lainnya, misalnya hewan.
Selain membutuhkan makan dan minum, manusia juga membutuhkan tempat tinggal yang layak, bila tidak berarti tidak manusiawi, manusia juga membutuhkan pendidikan, dan membutuhkan pakaian, yang itu semua kebutuhan primer atau pokok manusia. Manusia juga berfilsafat tentang hakekat dirinya sebagai pribadi dalam hubungannya dengan manusia lain, dengan alam dan hubungannya dengan Tuhan, Sang Pencipta, yang termuat dalam ajaran agama. Dari filsafat pula manusia dapat menciptakan ilmu seni dan budaya. Kehidupan yang manusiawi tentunya dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh perilaku. Perilaku manusia satu dengan yang lainnya tidak dapat disamakan. Hal yang cukup mempengaruhi perilaku manusia tersebut karena faktor lingkungan dimana dia tinggal. Sehingga manusia dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kondisi lingkungannya. Dengan demikian manusia berperan sebagai objek sekaligus subjek dari lingkungan.



HUBUNGAN ANTARA MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN ALAM DAN LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA.

Manusia sedikit demi sedikit mulai menyesuaikan diri pada alam lingkungan hidupnyamaupun komunitas bilogis (lingkungan sosial) ditempat mereka hidup. Perubahan alam lingkungan hidup manusia tampak jelas dikota-kota, dibanding dengan pelosok dimana penduduknya masih sedikit dan primitif. Hubungan antara manusia dan lingkungannya, baik lingkungan alam maupun lingkungan sosialnya tentu akan menimbulkan dampak yaitu dampak positif dan negatif. Pengaruh positif bagi manusia adalah dengan adanya manfaat atau keuntungan dari llingkungan. Pengaruh negatif bagi manusia, karena lingkungan dirasa mengalami perubahan yang dapat merugikan kehidupan manusia.
Dampak yang makin terlihat nyata saat ini adalah perubahan alam lingkungan hidup manusia. Hal itu karena ulah perbuatan manusia sendiri. Lingkungan alam mengalami kerusakan dan tentunya mengganggu keseimbangan ekosistem lingkungan yang juga akan berpengaruh pada kehidupan sosial manusia.
Manusia merupakan komponen biotik lingkungan yang memiliki kemampuan berfikir dan penalaran yang tinggi. Disamping itu manusia memiliki budaya, pranata sosial dan pengetahuan serta teknologi yang makin berkembang. Peranan manusia dalam lingkungan ada yang bersifat positif ada juga yang bersifat negatif. Peranan manusia yang bersifat negatif adalah peranan yang merugikan lingkungan. Kerugian ini secara langsung maupun tidak langsung timbul akibat kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, peranan manusia yang bersifat positif adalah peranan yang berakibat menguntungkan lingkungan karena dapat menjaga dan melestarikan daya dukung lingkungan.
Peranan manusia yang bersifat negatif terhadap lingkungan antara lain sebagai berikut :
1.      Eksploitasi yang melampaui batas sehingga persediaan SDA semakin menciut (depletion)
2.      Punah atau merosotnya jmlah keanekaan jenis biota.
3.      Berubahnya ekosistem alami yang mantap dan seimbag menjadi ekosistem binaan yang tidak mantap karena terus menerus memerlukan subsudi energi.
4.      Berubahnya profil permukaan bumi yang dapat mengganggu kestabilan tanah hingga menimbulkan longsor.
5.      Masuknya energi bahan atau senyawa tertentu kedalam lingkungan yang menimbulkan pencemaran air, udara dan tanah. Hal ini berakibat menurunnya kualitas lingkungan hidup. Pencemaran dapat menimbulkan dampak negatif pada lingkungan dan terhadap manusia itu sendiri.


Peranan manusia yang menguntungkan lingkungan anatara lain adalah :
1.      Melakukan eksploitasi SDA secara tepat dan bijaksana terutama SDA yang tidak dapat diperbaharui.
2.      Mengadakan penghijauan dan reboisasi untuk menjaga kelestarian keaneka jenis flora serta untuk mencegah terjadinya erosi dan banjir.
3.      Melakukan proses daur ulang serta pengoahan limbah agar kadar bahan pencemar yang terbuang kedalam lingkungan tidak malampaui nilai ambang batasnya.
4.      Melakukan sistem pertanian secara tumpang sari atau multi kultur untuk menjaga kesuburan tanah. Untuk tanah pertanian yang miring dibuat sengkedan guna mencegah derasnya erosi serta terhanyutnya lapisan tanah yang mengandung humus.
5.      Membuat peraturan, organisasi atau undang-undang untuk melindungi lingkungan dan keanekaan jenis makhluk hidup.



PENGARUH TIMBAL BALIK ANTARA LINGKUNGAN ALAM DAN LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA

Manusia memandang alam lingkungannya  dengan bermacam-macam kebutuhan dan keinginan. Manusia bersaing dengan spesies lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam hal ini manusia memiliki kemampuan lebih besar dibandingkan organisme lainnya, terutama dalam penggunaan sumber-sumber alamnya.
Berbagai cara telah dilakukan manusia dalam menggunakan sumber-sumber alam berua tanah, air, fauna, flora, bahan-bahan galian, dan sebagainya. Namun sesuai dengan kondisi lingkungan saat ini manusia sudah seharusnya melakukan perubahan. Perubahan yang dimaksud disini bukanlah transformasi yang diartikan sebagai perubahan seluruhnya (dari teknologi, sosial budaya dan ekonomi). Perubahan disini lebih kepada perubahan hidup berperilaku, kebiasaan dalam hidup yang menunjang pada penyelamatan lingkungan, perilaku hidup manusia.
Masih banyak masyarakat yang memiliki kebiasaan yang tidak ramah lingkungan, seperti pengerusakan lingkungan demi keuntungan semata. Seharusnya manusia berhati-hati dalam mengolah tanah, air, udaradan makhluk-makhluk yang ada didunia ini. Khususnya pada lingkungan, manusia telah begitu banyak menimbulkan kerusakan pada bumi ini. Limbah, kotoran, sampah dibuang begitu saja tanpa mengindahkan lingkungan dan makhluk lain.respon dari lingkungan dapat dilihat dari timbulnya bermacam jenis penyakit, bahkan terjadi bencana alam karena eksploitasi alam besar-besaran oleh manusia.
Hubungan antara lingkungan alam dan lingkungan sosial budaya saling timbal balik. Untuk mengetahui pengaruh antara lingkungan alam dengan kondisi sosial budaya dapat dilakukan dengan cara membandingkan antara dua wilayah yang memiliki kondisi lingkungan alam yang berbeda. Misalnya, pada wilayah pemukiman penduduk yang tingkat kepadatannya berbeda. Kondisi tersebut tentu tidak sama pada tiap wilayah di indonesia, namun secara umum kondisi lingkungan alam diwilayah yang padat penduduk biasanya lebih buruk dibandingkan dengan wilayah yang tidak padat penduduk. Kondisi tersebut akan memicu adanya permasalahan dilingkungan sosial masyarakat. Hal itu terlihat jelas didaerah perkotaan dengan lingkungan yang padat penduduk, maka memicu terjadinya berbagai permasalahan sosial dimasyarakat yang lebih kompleks dibandingkan dengan yang di daerah pedesaan dengan kondisi lingkungan yang tidak terlalu padat penduduk. Permasalahan sosial yang terjadi didaerah perkotaan, seperti tingkat kemiskinan yang meningkat, maraknya tindak kriminalitas, pengangguran yang semakin banyak, kesenjangan ekonomi dan juga kesenjangan sosial di masyarakat.
Sebaliknya, kondisi sosial lingkungan budaya juga berpengaruh terhadap lingkungan alam. Hal ini dapat dikaitkan dengan etika lingkungan yang ada pada suatu masyarakat. Etika lingkungan telah dianut oleh nenek moyang manusia secara tradisional dan turun temurun, bersumber pada agama, mitologi, legenda dan cerita rakyat. Hal-hal tersebut masih dipegang teguholeh masyarakat tertentu sebagai bentuk kearifan tradisional, seperti pada suku-suku pedalaman di indonesia yang masih memegang kuat etika lingkungan kuno.
Disisi lainnnya, kondisi sosial budaya masyarakat saat ini telah banyak mengalami perubahan. Kebutuhan manusia akan teknologi dan informasi sudah menjadi suatu trend dan gaya hidup dikalangan masyarakat, sehingga barang elektronik sudah menjadisuatu kebutuhan hidup sehari-hari manusia. Gaya hidup manusia saat ini terkesan semakin menunjukkan peradaban yang tinggi, canggih dan penuh dengan teknologi. Seperti pemakaian kendaraan bermesin yang semakin banyak, seperti pengguna mobil dan motor pribadi yang terus meningkat tiap tahunnya, sementara akses jalan raya tidak mengalami perluasan mengakibatkan terjadinya kemacetan dijalan raya khususnya di daerah perkotaan. Hal ini dapat memicu terjadinya global warming, karena suhu bumi semakin meningkat dan panas. Belum lagi permasalahn lain, seperti akibat pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, tentunya membutuhkan ruang lingkungan hidup yang luas. Sehingga lahan pertanian, perkebunan, bahkan hutan yang seharusnya menjadi zona hijau saat ini semakin sulit ditemui. Pemukiman-pemukiman penduduk mulai banyak dibangun, dan jika dalam pembangunannya tidak memperhatikan kondisi keseimbangan alam sekitarnya, maka akan mengakibatkan berbagai permasalahan seperti bencana tanah longsor dan banjir, serta ancaman bencana alam lainnya yang juga akan menimbulkan berbagai penyakit dimasyarakat.
Dari penjelasan diatas, diketahui bahwa perubahan sosial budaya manusia yang meliputi perkembangan modernisasi dan teknologi saat ini tidak hanya membawa manusi pada tingkat perdaban yang semakin tinggi dan maju. Akan tetapi juga berdampak pada bahaya ancaman lingkkungan yang semakin berat. Jika manusia tidak melakukan upaya pemecahan masalah yaitu dengan cara memanfaatkan dan mengembangkan teknologi, tetapi juga dengan tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem alam sehingga kerusakan alam dapat diminimalisir. Misalnya dengan cara terus mengembangkan teknologi ramah lingkungan.



PENGERTIAN DEMOGRAFI DAN PROBLEMATIKANYA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN HIDUP MANUSIA.

Demografi adalah salah satu disiplin ilmu. Bidang kajiannya adalah struktur (susunan) populasi manusia atau kependudukan dilingkup wilayah tertentu dan dalam periode tertentu pula. Studi demografi akan mangkaji sebab dan akibat perubahan struktur kependudukan termasuk peningkatan atau pengurangan jumlah penduduk yang disebabkan tingkat kelahiran, tingkat kematian, dan proses perpindahan (migrasi) penduduk.
Problematik demografi dalam meningkatkan kesejahteraan sudah berada diwilayah terapan ilmu demografi. Pertanyaan mendasarnya adalah upaya mencari keseimbangan struktur penduduk diwilayah tertentu pada periode tertentu dan kesejahteraan optimal yang dapat dicapai.
Contoh kasus, pemerintah RRC melarang pasangan suami istri memiliki lebih dari satu anak sejak akhir 1970-an (1978 atau 1979). Alasannya untuk mengurangi angka pertumbuhan penduduk sehingga beban sosial ekonomi berkurang. Implikasi kebijakan ini sangan banyak, antara lain budaya China yang menginginkan anak laki-laki tidak jarang memicu aborsi ketika bayi dalah kandungan diketahui berkelamin perempuan.
Cina berhasil mencegah kelahiran 400 juta bayi selama-1978-2008, 30tahun. Namun bersamaan dengan peningkatan kesejahteraan Cina, akan sering terjadi beban sepasang suami istri adalah empat orang tua yang panjang umur  dan satu anak hasil perkawinan.
Kasus Indonesia sejak reformasi 1998, intensitas program Keluarga Berencana tampak menurun. (Coba perhatikan semakin banyak pasangan suami istri disekeliling kita memiliki lebih dari dua anak antara 1998-2008). Belakangan Kepala BKKBN mengingatkan akan terjadi ledakan jumlah penduduk dan segala implikasinya di Indonesia jika program KB ditinggalkan. Kampanye KB pun dimulai lagi, namun belum seintensif dimasa Presiden Soeharto.



ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN DAN ANALISIS RESIKO LINGKUNGAN

I.            Analisis Dampak Lingkungan
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan atau kegiatan di indonesia. AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan disekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup disini adalah aspek abiotik, biotik dan kultural. Dasar hukum AMDAL adalah Peraturan Pemerintah No.27 Tahun 1999 tentang “Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup”.
Dokumen AMDAL terdiri dari :
·         Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL)
·         Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL)
·         Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)
·         Dokumen Rencana Penmantauan lingkungan Hidup (RPL)

AMDAL digunakan untuk :
·         Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah.
·         Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan atau kegiatan.
·         Memberi masukan untuk penyusunan desain rinci teknis dari rencana usaha dan atau kegiatan.
·         Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup.
·         Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha atau kegiatan.

Pihak-pihak yang terlibat dalam proses AMDAL adalah :
·         Komisi penilai AMDAL, komisi yang bertugas menilai dokumen AMDAL.
·         Pemrakarsa, orang atau badan hukum yang bertanggungjawab atas suatu rencana usaha dan kegiatan yang akan dilaksanakan.
·         Masyarakat yang berkepentingan, masyarakat yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses AMDAL.

       II.            Analisis Resiko Lingkungan
Analisis Resiko Lingkungan (ARI) adalah proses memperkirakan resiko pada organisme, sistem, atau populasi (sub) dengan segala ketidakpastian yang menyertainya, setelah terpapar oleh agen tertentu dengan memperhatikan karakteristik agen dan sasaran yang spesifik. Menekan proses keseimbangan antara biaya yang dikeluarkan untuk mengurangi resiko lingkungan adalah proses prediksi kemungkinan dampak negatif yang terjadi terhadap lingkungan sebagai akibat dan kegiatan tertentu. Tahapan ARI :
·         Tentukan batasan studi atau analisis
·         Tentukan area yang ingin diperdalam dan informasi yang ingin didapat
·         Lakukan uji dampak lingkungan berdasarkan informasi data dan pengkatagorian data yang telah dikumpulkan
·         Evaluasi informasi yang diperoleh dari uji data, dengan melakukan uji aspek dan dampak lingkungan. Identifikasi dari kegiatan pada masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang memiliki potensi memiliki dampak negatif terhadap lingkungan.
Proses evaluasi dapat dilakukan dengan mengkombinasikan opini pribadi dengan matrik evaluasi resiko. Matrik evaluasi resiko dapat dilakukan dengan analisis kultatif dan kuantitatif.
Analisis Kualitatif : menggolongkan tingkat resiko berdasarkan hirarki probabilitas resiko dan tingkat resiko akibat dampat. Analisis semi kuantitatif : konsepnya sama dengan yang kuantitatif, tpi memakai angka untuk menentukan tingkat potensi resiko. Tujuan untuk mempermudah memberikan detail tingkat resiko untuk lebih mempermudah dalam menetukan prioritas masalah. Analisa kuantitatif menggunakan angka dan perhitungan matematis dalam emnetukan tingkat resiko. Data dapat diperoleh dari : data base, pengalaman sebelumnya, eksperimen, litelature, permodelan.

0 komentar:

go-top

Post a Comment

bunga bunga

clock

calender

My Playlist

Kebahagiaan yang sempurna tercermin dari orang yang SEDERHANA tapi dapat memperlakukanmu dengan ISTIMEWA
Powered by Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

 
 

Sederhana tapi Istimewa | Diseñado por: Compartidísimo
Con imágenes de: Scrappingmar©

 
top