BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berdasarkan hasil penelitian para
pakar tekhnologi pangan, kedelai mengandung ± 40% protein dengan nilai hayati yang tinggi
setelah diolah menjadi produk tertentu.
Penambahan jenis produk olahan atau
awetan dari kedelai akan memberikan pengaruh yang baik terhadap usaha yang
dilakukan untuk mengatasi permasalahan kekuranagan protein, terutama terhadap
bayi, anak-anak, dan ibu-ibu yang sedang menyusui. Kekurangan protein merupakan
hal yang sangat serius dan harus segera diatasi, karena dapat mengakibatkan
cacat mencal dan fisik yang bersifat permanen terutama pada anak-anak yang
sedang dalam masa pertumbuhan.
Sementara ini, produk susu kedelai belum begitu populer di indonesia.
Namun, di negara-negara lain susu kedelai merupakan jenis minuman yang sangat
populer dan sangat di gemari. Upaya peningkatan kesehatan masyarakat telah di
laksanakan oleh pemerintah berdasarkan intruksi presiden no. 14 tahun 1979,
melalui Program Penganekaragaman Produk Makanan Bergizi serta Program
Peningkatan Jenis dan Kualitas Gizi Makanan Rakyat. Pelaksanaan program-program
tersebut perlu ditunjang oleh adanya penyediaan produk-produk olahan/awetan
kedelai dengan harga yng terjangkau masyarakat dari segala lapisan, misalnya
susu kedelai dan kembang tahu yang termasuk olahan dari susu/sari kedelai.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun
masalah yang ingin kami bahas pada makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apa
yang dimaksud dengan kembang tahu dan susu kedelai?
2. Apa
saja kebutuhan alat dan bahan yang digunakan ?
3. Bagaimana
cara pembuatan kembang tahu ?
4. Bagaiman
cara pembuatan susu kedelai ?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan
dari makalah yang kami buat adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui
definisi tentang kembang tahu dan susu kedelai
2. Mengetahui
alat yang di gunakan dalam pembuatan susu kedelai dan kembang tahu
3. Mengetahui
cara pembuatan kembang tahu dan susu kedelai
4. Mengetahui
jumlah biaya yang digunakan dalam produksi kembang tahu dan keuntungan yang
diperoleh
5. Mengetahui
jumlah biaya yang digunakan dalam produksi susu kedelai dan keuntungan yang
diperoleh
1.4 Manfaat Penelitian
Mnfaat yang diperoleh dari makalah ini adalah:
1. Kita
bisa mengetahui manfaat dari kembang tahu dan susu kedelai.
2. Kita
bisa tahu proses pembuatan kembang tahu dan susu kedelai.
3. Kita
bisa tahu kandungan yang terdapat pada unsur kedelai.
BAB
2
LANDASAN
TEORI
Kedelai merupakan
komoditas pertanian sumber protein nabati tertinggi dibanding dengan komonditas
yang lain. Agar unsur gizi dan kalori yang terkandung dalam kedelai dapat
digunakan untuk memenuhi kebutuhan tubuh manusia, kedelai harus di olah dengan
berbagai macam cara dan bisa menghasilkan beberapa produk seperti kembang tahu,
susu kedelai dan lain-lain. (Lies, 2005).
Proses pembuatan susu kedelai adalah
proses fisika yang berupa proses pencampuran biasa, namun harus bisa
memperhatikan kadungan protein yang ada di dalamnya agar bisa dominan. (Oey,
1998)
BAB
3
HASIL
DAN PEMBAHASAN
1.1 Pengenalan Kembang Tahu dan Susu
Kedelai
1.1.1
Kembang
Tahu
Produk ini dinamakan kembang tahu bukan
karena penampilannya atau bentuknya yang
mirip dengan kembang atau bunga, tetapi karena berasal dari protein
kedelai yang menggumpal dan mengambang
di permukaan cairan sari kedelai .
1.
Kondisi
Kembang Tahu
a. Merupakan produk awetan
kering dari protein kedelai yang
berupa salaput tipis, diproses tanpa penambahan
bahan penggumpal.
b. Proses
pembuatan kembang tahu tidak jauh berbeda dengan proses pembuatan tahu, yang
dilakukan dengan memanfaatkan sifat dasar protein yang terkandung dalam cairan
sari kedelai, yaitu “protein akan menggumpal karena pemanasan pada suhu 70° C -
100° C yang dilakukan secara terus menerus.
c. Tiap
10 menit akan terbentuk selaput tipis pada pemukaan dan berkerut karena tiupan
angin. Setelah cukup tebal, selaput diangkat dan dijemur hingga kering.
d. Kembang
tahu kering digunakan dengan cara direndam dalam air panas telebih dahulu
hingga lunak dan kemudian
dipotong-potong sesuai kebutuhan.
e. Harga
kembang tahu relatif lebih mahal dari pada tahu. Oleh karena itu, biasanya
hanya digunakan sebagai hidangan dalam
pesta, restoran, dan hotel berbintang.
2.
Faktor-faktor
Penentu Kualitas Produk
a. Penampilan
Penampilan
menyangkut tiga hal yaitu : warna, keseragaman bentuk dan ukuran, serta
pengemasan produk.
b. Cita
Rasa
Cita rasa kembang tahu ditentukan oleh kualitas
kedelai yang dipergunakan. Kedelai yang bercampur dengan kedelai cacat fisik
akan menghasilkan cita rasa yang kurang enak ( agak pahit ) karena terpengaruh
oleh rasa kedelai yang sudah rusak ( cacat busuk ).
c. Keaweatan
Produk aweatan memang seharusnya dapat disimpan
dalam waktu yang relatif lama tanpa mengalami perubahan fisik ( busuk ).
3.
Faktor-faktor
Penentu Daya Tahan Produk
a. Kadar
Air Tersisa
Proses penjamuran yang kurang sempurna ( kurang
lering ) akan menghasilkan kembang tahu yang berkadar air tinggi. Kadar air
yang tinggi menyebabkan produk menjadi mudah busuk dan ditumbuhi jamur.
b. Kualitas
Kedelai
Kedelai yang cacat fisik ( diserang/busuk ) tidak
disisihkan, dimungkinkan kondisi busuk tersebut akan terbawa dan menular ke produk jadinya.
c. Pengemasan
Dengan pengemasan, kembang tahu akan terhindar dari
pencemaran oleh debu, kotoran, cairan dan juga mikroba penyebab kebusukan yang
ada di udara.
4. Rendemen
Apabila
proses pembuatan kembang tahu dapat dilakukan dengan sempurna, akan dicapai
rendemen sebesar 70%-80%. Berarti , dari
kedelai sebanyak 100kg, dapat dihasilkan kembang tahu sebanyak 70kg-80kg
5. Pemanafaatan
Kembang tahu merupakan
produk setengah jadi yang dimanfatkan sebagai bahan campuran masakan mewah, misalnya
sup.
1.1.2
Susu
Kedelai
Tujuan utama adalah :
1.
Kondisi
Susu Kedelai
a. Menurut
Prof. H.M. Hembing,komposisi gizi
susu kedelai adalah setara dengan susu sapi. Kandungan lesitin dalam protein
kacang kedelai dapat digunakan sebagai emulsifieralami
untuk membentuk emulsi minyak dalam air. selain menyehatkan juga dapat mencegah
penyakit jantung, kanker, lefer, radang lambung kronis, anemia dan lain-lain.
b. Pembuatan
susu kedelai sebenarnya tidak sulit.
c. Kedelai
dapat dilunakkan dengan menggunakan soda kue atau soda ash. Dalam keadaan lunak
biji-biji kedelai dapat dihancurkan secara 100%.
d. Kandungan
protein maksimal dalam susu atau sari kedelai 7%. Umumnya, kadar protein
terlarut dalam susu kedelai adalah 3%- 5%.
e. Susu
kedelai dengan konsentrasi protein terlarut lebih dari 7% akan menggumpal
apabila dipanaskan pada suhu 70° C- 100° C selam a lebih dari 10 menit.
f. Adapun
sifat protein kedelai yang lain adalah akan menggumpal karena pengaruh asam.
g. Untuk
menghindari terjadinya penggumpalan dan penjendalan, pasteurisasi dilakukan
dengan sistem HTST (high temperature short time) paada suhu 121° C selama 12 detik.
Makin rendah kada r protein dalam susu kedelai, makin kecil kemungkinan
terjadinya penjendalan.
2.
Faktor-faktor
Penentu Kualitas Produk
a. Aroma
dan Cita Rasa
Penyebab utama :
1. Aroma
Langu
Disebabkan oleh adanya aktivitas enzim lipoksidase
2. Rasa
Pahit
Disebabkan oleh penggunaan kapur sirih yang
berlebihan, penggunaan bahan baku kedelai tanpa disortasi terlebih dahulu.
b. Warna
Warna
asli dari kedelai adalah putih kekuning-kuningan, namun warna susu kedelai sama
dengan susu sapi, putih bersih. Untuk menarik minat konsumen dan menyesuaikan
dengan rasanya, warna dapat di sesuaikan dengan menambahkan sedikit bahan
pewarna makanan.
c. Kemasan
Produk
Untuk
memperbaiki penampilan daqn melindungi produksusu kedelai dari cemaran
debu,kotoran, cairan, maupun mikroba penyebab kebusukan,seta mengefektifkan
sistem pengawetannya, susu kedelai sebaiknya dikemas dalam wadah sekali pakai.
d. Keawetan
Produk
Meskipun susu kedelai bukan produk
awetan, tetapi akan lebih menyenangkan apabila dapat disimpan dalam waktu yang
lebih lama. Agar penyimpanan lebih lama disimpan dalam kotak pendingin.
3.
Rendemen
Berdasarkan
pengalaman penulis, darikedelai sebanyak 7 kg, dapat diperoleh susu kedelai sebanyak
100 liter.
1.2 Kebutuhan Alat dan Bahan
Teknologi
Pengolahan Pangan yang dilakukan dengan menggunakan alat, bahan, serta proses
produksi yang memenuhi persyaratan, tentunya juga akan menghasilkan produk
berkualitas tinggi, berhasil guna, bernilai guna, dan berdaya guna.
1.2.1
Kebutuhan
Alat
Alat-alat yang digunakan secara umum adalah sama,
antara lain:
1.
Timbangan
Untuk menimbang bahan dengan berat lebih dari 50 g,
cukup dengan menggunakan timbangan gantung. Sementara, untuk menimbang bahan
dengan berat kurang dari 50 g, harus menggunakan timbangan halus. Penimbangan
bahan secara cermat perlu dilakukan untuk mempertahankan kualitas produk.
2.
Takaran
Untuk menakar volumeair dan bahan-bahan cair
lainnya, dapat mengunakan alat pengukur volume yang berupa gelas ukur, baik yang terbuat dari plastik
maupun kaca.
3.
Alat/Perangkat
Penjemuran
Pada zaman dulu, pengeringan kedelai tersebut
dilakukan secara langsung dengan menjemurnya di atas lantai semen. Penjemuran
umumnya dilakukan selama 7-9 hari hingga kulit ari kedelai pecah-pecah. Namun,
saat ini, penjemuran kedelai dilakukan di atas logam aluminium. Penjemuran
dengan cara ini cukup dilakukan selama 2-3 hari saja. Hal ini disebabkan karena
aluminium merupakan logam penghantar panasdan pemantul panas, sehingga dengan
demikian kedelai akan menerima panas dari segala penjuru. Alat perangkat
penjemuran tersebut meliputi :
a.
Kerangka Penyangga
Kerangka penyangga dibuat dari bambu utuh, dengan
ukuran 0,8 m × 10 m, yang ditancapkan dalam tanah secara berjajar dengan jarak
1 mm yang berfungsi untuk menyangga pelat alauminium berbingkai.
b.
Pelat Aluminium Berbingkai
Pelat aluminium berbingkai ini, umumnya dibuat
dengan ukuran 1 m × 2 m,yang berfungsi sebagai
tempat kedelai. Dan bingkainya sebagai penguat dan pegangan untuk
mengoperasikannya.
c.
Kawat Penjemur
Kawat penjemur dapat dibuat dari kawat galfani anti karat ataupun kabel yang
terbungkus pastik. Pemasangan kawat seperti halnya penjemuran pakaian. Alat ini
digunakan untuk menjemur kembang tahu basah hingga menjadi kering.
4.
Bak
Perendam
Bak perendam ini digunakan untuj merendam kedelai
yang akan diolah menjadi cairan sari kedelai. Sebagai bak perendam, dapat
digunakan bak semen yang permanen ataupun bak plastik tergantung volume kedelai
yang direndam.
5.
Mesin
Pengupas Kedelai
Mesin pengupas kedelai digunakan untuk memecah dan
melepaskan kulit ari kedelai sehingga nantinya kulit ari tersebut dapat
dipisahkan dengan mudah.
6.
Mesin
Pengiling Kedelai
Untuk menggiling/menghancurkan kedelai dalam keadaan
basah. Ada beberapa mesin penggiling kedelai, yaitu sebagai berikut :
a.
Penggiling dari Batu
Pengiling dari batu ini terdiri atas dua potong batu
bulat. Adapun jarak dari kedua batu tersebut dapat diatur berdasarkan jenis
bahan yang akan digiling serta tingkat kelembutan yang dikehendaki.
b.
Mesin Penggiling Elektrik
Mesin penggiling elektrik ini,
dapat mencapai kapasitas ± 50 kg/jam. Dalam pengoperasiannya, mesin ini
digerakkan dengan tenaga listrik atau motor diesel berkeekuatan¼– ½PK (HP = Horse Power = Tenaga Kuda)
c.
Blender
Blender juda dapat digunakan untuk
menghancurkan kedelai dalam kapasitas kecil. Di samping itu, blender juga
sering digunakan untuk mengahaluskan ampas kedelai yang dihasilakan dari mesin
giling elektrik.
7.
Bak
Penampung
Untuk menampung bubur kedelai hasil penggilingan,
diperlukan bak penampung khusus. Akan lebih baik apabila bak penampung tersebut
dilengkapi dengan pengukur volume, sehingga dapat sekaligus digunakan untuk
mengukur volume bubur dan volume air yang harus ditambahkan pada saat proses
pengeceran bubur kedelai.
8.
Mesin
Pres Manual
Agar proses penyaringan cairan sari kedelai dapat
berjalan dengan baik dapat digunakan mesin pres yang dalam pengoperasiannya
dilengkapi dengan kain saring
9.
Alat
Perebus Cairan Sari Kedelai
Dalam pembuatan kembang tahu, panci
perebus ini sekaligus berfungsi sebagai cetakkan. Umumnya, panci pencetak
tersebut dibuat dalam bentuk persegi panjang berukuran 20 cm × 60cm × 60 cm,
sehingga kembang tahu yang dihasilkan akan berbentuk persegi panjang pula.
10.
Termometer
Termometer digunakan untuk mengukur suhu dalam
proses pencetakkan kembang tahu. Suhu yang digunakan dalam proses pencentakan
kembang tahu adalah ± 70ºC.
11.
Alat
Penyaring
Dalam pembuatan cairan sari kedelai baik dalam
pembuatan kembang tahu maupun susu kedelai, berupa kain putih bertenun jarang
(tetoron, sifon,ataupun furing). Tetapi sebelumnya harus di saring dengan
saringan kasar berupa saringan plastik ataupun anyaman bambu.
12.
Tangki
Botol
Pembotolan susu/cairan sari kedelai harus dalam
keadaan panas yang berbentuk tangki yang dilengkapi keran pada bagian bawahnya.
13.
Alat
Pemanas
Untuk merebus cairan sari kedelai dan mencetak
kembang tahu, digunakan kompor biasa. Sementara, untuk keperluan sterilisasi,
pemasakan susu kedelai, serta pasteurisasi, digunakan kompor bertekanan (brander).
14.
Plastic
Sealer
Plastic
Sealer digunakan untuk menutup rapat plastik kemasan
kembang tahu.
15.
Alat
Penutup Botol ( Bottle Panning )
Bottle
Panning digunakan
untuk menutup secara sempurna botol kemasan susu kedelai yang terbuat dari
kaca.
16.
Alat
Pengukus
Dalam kegiatan sterilisasi dan pasteurisasi
diperlukan alat pengukus yang berupa dandang ukuran yang sesuai.
17.
Pengaduk
Kayu
Kayu memiliki sifat netral dan tidakbereaksi dengan
bahan yang diproses. Di samping tu, bentuk dan ukurannya dapat disesuaikan
dengan kebutuhan. Karena itu diperlukan alat pengaduk kayu.
18.
Baskom
plastik
Baskom plastik dapat digunakan
dalam berbagai tahap pengolahan, misalnya sebagai wadah bahan, tempat
perendaman, tempat pencucian, wadah produk, dan sebagainya
19.
Mesin
Pengering
Mesin pengering (oven) digunakan jika cuaca tidak
mendukung. Suhu yang dibutuhkan berkisar antar 40ºC- 60ºC.
1.2.2
Kebutuhan
Bahan
Beberapa jenis bahan yang diperlukan dalam pembuatan
kembang tahu dan susu kedelai antara lain sebagai berikut :
1.
Kedelai
Kuning
Kedelai kuning merupakan bahan baku dalam proses
pembatan kembang tahu dan susu kedelai
2.
Air
Bersih
Volume air yang digunakan harus memenuhi syarat
standar sebagai air minum yang bersih dan jernih, tidak berasa, tidak berwarna,
tidak berbau, tidak mengandung kotoran, tidak mengandung bibit penyakit, tidak
mengandung logam berbahaya dan memiliki tingkat kesadahan nol.
3.
Bahan
Pewarna
Agar penampilan kembang tahu dan susu kedelai
semakin menarik, perlu ditambahkan bahan pemarna makanan/minuman sesuai dengan
kebutuhan.
4.
Kapur
Sirih
Kapur sirih berasal dari gamping atau kapur tohor
(CaOH) yang direndam ± 1 minggu sampai menjadi bubur lembut yang diperlukan
dalam proses pembuatan susu kedelai, jika terlalu banyak akan menimbulkan rasa
pahit.
5.
Soda
Ash atau Soda Kue
Soda Ash atau Soda Kue digunakan agar penghancuran
kedelai dapat sempurna. Namun, setelah itu kedelai harus dicuci bersih agar
tidak menimbulkan rasa pahit.
6.
Gula
Pasir
Gula pasir berfungsi sebagai pemanis, yang digunakan
dalam kadar ± 10%
7.
Garam
Garam dalam pembuatan susu kedelai berfungsi sebagai
pemantap rasa yang dapat memunculkan kelezatan khas dari kedelai. Kadar yang
digunakan adalah 2%
8.
Carboxy
Methyl Cellulosa (CMC)
Carboxy Methyl Cellulosa (CMC) yang sebenarnya
merupakan bahan pengental dapat berfungsi sebagai bahan penstabil suspensi.
Bahan penstabil suspensi diperlukan dalm pembuatan susu kedelai untuk mencengah
terbentuknya endapan.
9.
Bahan
Penambah Aroma dan citra Rasa
Bahan penambah aroma dan cita rasa yang bersifat
alami, antara lain: cokelat bubuk, daun pandan wangi, cengkih, keningar/kayu
manis, nangkah, dan sebagainya. Sementara, yang bersifat buatan antara lain: essence buah-buahan
10.
Bahan
Pemutih
Sebelum dijemur kembang tahu perlu diputihkan
terlebih dahulu dengan merendamnya dalam larutan natrium metabisulfit 0,3%
selama 15 menit. Sedangkan untuk susu kedelai bahan pemutihnya sebanyak 0,1%
atau 1 g per liter susu kedelai.
11.
Kacang
Tanah dan Wijen
Kacang tanah diperlukan dalam prose pembuatan susu
kedelai untuk meningkatkan kadar lemak dalam susu kedelai tersebut.
12.
Natrium
Benzoat
Agar susu kedelai tahan disimpan dalam jangka waktu
relatif lama, dalam proses pembuatannya perlu ditambahkan bahan pengawetvyang
berupa natrium benzoat.
13.
Mout
Jagung
Untuk melengkapi kandungan unsur gizi pada susu
kedelai agar makin mendekati kondisi susu sapi, perlu ditambahkan Mout Jagung atau kecambah yang terbuat
dari jagung.
1.3 Pembuatan Kembang Tahu
Kembang
tahu merupakan produk awetan kering dari
kedelai yang dibuat melalui proses penghancuran kedelai hingga menjadi cairan
sari kedelai. Kembang tahu tersebut dibuat dengan memanfaatkan sifat dasar
protein sebagai berikut :
1.3.1
Komposisi
Bahan
Untuk membuat kembang tahu diperlukan bahan-bahan
dengan komposisi sebagai berikut.
1. Kedelai Kuning : 20 Kg
2. Air Bersih : 200 Liter
3.
Natrium metabisulfit : 60 g
4. Pewarna kuning : 5 g
5. Kemasan produk :
150 Lbr
6. Bahan Bakar : 10 Liter
7. Soda kue : 30 g
1.3.2
Mesin
/ Peralatan
Beberapa
alat yang diperlukan dalam proses pembuatan kembang tahu antara lain sebagai
berikut : Timbangan kasar dan halus, Thermometer, Takaran, Bak perendam kedelai,
Bak pencuci, Perangkat penjemuran/lengser aluminium, Alat pengupas kedelai, Tampah,
Mesin Giling kedelai berkecepatan tinggi, Mesin pres manual, Kain saring, Rege/kalo,
Alat perebus adoban, Gantungan produk, Alat pemanas, Pengaduk kayu, Tempat penjemuran, Plastic sealer.
3.3.3
Proses Produksi
Proses
pembuatan kembang tahu terdiri atas tiga tahap , yaitu : Persiapan, Pengolaha,
dan Finishing.
1.
Tahap Persiapan
Tahap
persiapan pengolahan kedelai menjadi produk awetan kering kembang tahu meliputi
kegiatan persiapan bahan baku. Agar nantinya proses pembuatan kembang tahu
dapat berjalan dengan lancar.Adapun urutan keguatan yang harus dilakukan dalam
mempersiapkan kedelai sebagaibahan baku dalam pembuatan kembang tahu, tdapat
dijelaskan sebagai berikut :
a. Pembersihan
Biji-biji
kedelai yang dibeli dari pasar biasanya tercampur berbagai kotoran, misalnya
kerikil, butiran tanah, potongan kulit atau batang kedelai , dan sebagainya.
Agar tidak ikut tergiling, kotoran-kotoran tersebut harus disisihkan terlebih
dahulu.
b. Pengeringan
Pengeringan dapat dilakukan dengan
penjemuran atau pengovenan pada suhu 40’C-60’C hingga kulitnya pecah-pecah dan
mudah terlepas.
c. Penggilingan
dan Pemisahan Kulit
Penggilingan
dilakukan untuk memecahkan kedelai sehingga kulit artinya dapat dilepaskan dan
dipisahkan secara mudah dengan cara ditampi.
d. Pelunakan
Kedelai
harus dilunakan terlebih dahulu dengan menggunakan soda kue. Soda kue
dilarutkan kedalam air bersih dengan konsentrasi 5 g per 10 liter air bersih,
diaduk-aduk dan dipanaskan hingga mendidih.
e. Pencucian
dan Penirisan
Setelah
perendaman , kedelai tersebut harus segera dicuci dan dibilas beberapa kali
hingga benar-benar bersih. Kembang tahu yang dihasilkan tidak memiliki rasa
pahit. Setelah dicuci, kedelai segera ditiriskan. Kedelai tanpa kulit yang
telah lunak akan menghasilkan kembang tahu yang kenyal dalam jumlah yang
maksimal dengan limbah berupa ampas yang minimal. Persiapan kedelai sudah
selesi, dan seterusnya dapat diproses lanjut menjadi kembang tahu.
2. Tahap
Pengolahan
Tahap
pengolahan dapat dibedakan menjadi 6 jenis, adapun tahapan proses yang harus
dikerjakan dalam pengolahan kedelai menjadi kembang tahu, dapat dijelaskan
sebagai berikut.
a. Penggilingan
Kedelai
lunak akan digiling , kedelai dapat digiling dengan baik dan dapat menghasilkan
cairan sari kedelai secara maksimal, perlu pengaturan sebagai berikut :
1. Penggilingan
awal dilakukan dengan kecepatan tinggi
2. Selama
penggilingan selalu dialirkan air mendidih untuk menginaktifkan enzim
lipoksidase sehingga bau langu tidak timbul
Agar
dapat diperoleh cairan sari kedelai secara maksimal, penggilingan sebaiknya
dilakukan secara bertahap dengan cara sebagai berikut :
a. Penggilingan
1.
Penggilingan menggunakan mesin
penggiling tahu.
2.
Bubur kedelai hasil penggilingan
disaring dengan saringan kasar, Hasil penyaringan pertama langsung disaring
lagi dengan kain saring.
3.
Sementara ampas sisa penyaringan
ditambah dengan air mendidih, kemudian diblender.
4.
Cairan sari kedelai yang diperoleh dari
beberapa penyaringan dicampur dengan air mendidih yang tersisa.
b. Perebusan
atau Pencetakan KembangTahu
c. Pemutihan
Larutan pemutih dibuat dengan melarutkan 30 g natrium
metabisulfit kedalam 10 liter air bersih. Perendaman dilakukan selama 15 menit.
Setelah direndam digantung pada kawat penjemuran hingga benar-benar tiris.
d. Pewarnaan
Agar tampil kebih
menarik, biasanya diberi warna kuning.
e. Pengeringan
Kembang tahu yang telah
diwarnai kemudian dikeringkan. Dengan penjemuran atau mesin pengeringan yang
diatur 40’C – 6’C
3.
Tahap Finishing
Kegiatan
finishing terdiri atas pengemasan dan penempelan Lebel. Pengemasan yang
dilakukan terhadap produk secara umum bertujuan antara lain sebagai berikut :
a.
Melindungi produk
b.
Meningkatkan penampilan produk
c.
Sarana promosi
Adapun beberapa informasi tersebut
meliputi antara lain sebagai berikut :
1.
Nama produk
2.
Berat produk
3.
Komposisi bahan
4.
Tanggal produksi dan tanggal kadaluarsa
5.
Keunggulan produk
6.
Cara penggunaan produk
7.
Merek dagang produk
8.
Nama produsen
9.
Logo produsen
10. Nama,
dan alamat produsen , distributor
11. Nomor
izin produk
12. Jaminan
atas kualitas
d.
Mempermudah Distribusi
e.
Mempermudah perhitungan
3.4
PEMBUATAN SUSU KEDELAI
Susu
kedelai dapa dipasarkan dalam bentuk cair ataupun serbuk ( kering ), Untuk
membuat susu kedelai diperlukan spray drier yaitu mesin pembuat serbuk
sekaligus sebagai pengering, yang harga mesin tersebut mahal. Proses pembuatan
susu kedelai adalah proses fisika yang berupa proses pencampuran biasa.
A. Komposisi
Bahan
Komposisi bahan-bahan
yang diperlukan dalam proses pembuatan susu kedelai adalah sebagai berikut :
a. Kedelai
kuninng : 5 kg
b. Kacang
tanah : 350 g
c. Wijen : 150 g
d. Jagung
kering : 250 g
e. Soda
kue : 7,5 g
f. Gula
pasir : 5 kg
g. Garam : 100 g
h. Agar-agar : 15 g
i.
Kapur sirih : 50 g
j.
Vanili : 50 g
k. Daun
pandan : 50 lbr
l.
Keningar : 25 g
m. Natrium
benzoate : 10 g
n. Natrium
metabisulfit : 5 g
o. Bahan
bakar minyak : 10 liter
p. Botol
kemasan : 200 biji
B. Mesein
/ Peralatan
Adapun mesin atau
peralatan yang diperlukan dalam proses pembuatan susu kedelai, antara lain :
1. Timbangan
kasardan halus
2. Takaran
3. Bak-bak
plastik berukuran besar
4. Mesin
giling berkecepatan tinggi
5. Blender
6. Mesin
pres manual
7. Kain
saring dan rege
8. Panci
perebusan
9. Kompor
bertekanan ( Brander )
10. Pengaduk
kayu
11. Alat
pengukus ( dandang )
12. Corong
dan gayung
13. Mesin
penutup botol
14. Perangkat
penjemuran / lengser aluminium
15. Mesin
pengupas kedelai
16. Tampah
C. Proses
Produksi
Dalam
pelaksanaanya,proses pembuatan susu kedelai terdiri atas tiga tahap yaitu :
Persiapan, Pengolahan dan Finishing.
1. Tahap
Persiapan
a. Persiapan
Kapur Sirih
Pada dasarnya,
pembuatan kapur sirih dapat dilakukan dengan sangat mudah, yaitu dengan
merendam batu kapur / gamping selama 7-8 hari hingga akhirnya membentuk bubur
kapur yang lembut.
b. Persiapan
Mout Jagung
Dapun pembuatan mout
tersebut dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1. Sortasi
, digunakan jagung pipilan yang memiliki lembaga ( bakal tunas ) yang masih
segar / bergerak
2. Pencucian
atau Perendaman , Jagung pipilan yang sudah dipilih dicuci bersih dan kemudian
direndam air hingga bagian lembaganya menunjukkan tanda-tanda kehidupan ( ada
bagian yang menyembul )
3. Penumbuhan
, Jagung diangkat dari air perendam, ditiriskan, ditempatkan dalam keranjang ,
dan tutup dengan kain atau lembaran kain basah. Harus dilakukan penyiraman
sebanyak 2 sekali dalam 2-3 hari ( disesuaikan kebutuhannya ).
c. Persiapan
Botol Kemasan
Persiapan botol kemasan
terdiri atas beberapa kegiatan yang meliputi :
1.Perendaman dan
Pencucian
2. Penyabunan dan
Pencucian
3. Sanitasi dan
Pencucian
4. Sterilisasi
d. Persiapan
Bahan Baku Kedelai
Agar
dapat diperoleh susu kedelai dalam jumlah dan kualitas maksimal, perlu
dilakukan proses penyiapan kedelai terlebih dahulu. Adapun urutan langkah kerja
pada kegiatan penyiapan kedelai selaku bahan baku dalam pembuatan susu kedelai.
e. Persiapan
Kacang Tanah dan Wijen
Kacang tanah dijemur
selama 2-3 hari hingga kulitnya pecah-pecah, Sementara wijen hanya perlu dicuci
dan dijemur hingga benar-benar kering.
Selanjutnya kacang
tanha dan wijen tersebut digiling dengan penambahan air hingga menjadi bubur
encer. Bubur kacang tanah dan wijen disaring dengan kain saring, cairanya
ditampung, dan ampasnya digiling lagi. Hasil penyaringan bubur encer kacang
tanah dan wijen ini akan menjadi cairan putih yang menyerupai susu.
2. Tahap
Pengolahan
Urutan kegiatan
dalam proses pengolahan kedelai menjadi
susu kedelai, dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Penghancuran
Kegiatan penghancuran
dilakukan terhadap kedelai yang telah mengalami proses pelunakan serta mout
yang sudah dipersiapkan pula.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
dalam proses penghancuran ini, yaitu sebagai berikut :
1. Untuk
mengurangi aktivitas enzim ;ipoksidase ( penyebab bau langu pada kedelai )
2. Aktivitas
enzim lipoksidase dapat dihindari dengan jalan mengalirkan air mendidih
terus-menerus selama penghancuran berlangsung
3. Rendemen
dari kegiatan penghancuran menjadi semakin besar apabila selama penggilingan
dilakukan penyiraman dengan air panas secara terus-menerus
Cairan hasil
penyaringan ditampung dalam wadah tersendiri , sedangkan ampasnya dihancurkan /
digiling lagi dengan cara yang sama dan disaring pula, sampai menjadi cairan
sari kedelai.
b. Pengenceran
Pengeceran dilakukan untuk mendapatkan
cairan sari kedelai (bakal susu kedelai ) Adapun bahan pengencer yang digunakan
adalah air mendidih sisa dari air yang digunakan untuk menyiram kedelai pada
kegiatan penghancuran.
c. Perebusan
Cairan sari kedelai hasil pengenceran
selanjutnya direbus.
d. Pencampuran
Bahan
Bahan-bahan yang akan dicampurkan
dibedakan menjadi dua yaitu
1. Dapat
Langsung Dicampurkan
a. Gula
b. Garam
c. Vanili
d. Natrium
Benzoat
2. Tidak
Dapat Langsung Dicampurkan
a. Daun
Pandan
b. Bahan
Penstabil Suspensi
c. Bahan
Pewarna
d. Kapur
Sirih
e. Perebusan
II
f. Pembotolan
g. Pasteurisasi
h. Pemeriksaan
3.Tahap
Finishing
Kegiatan
dalam tahapan finishing meliputi :
1. Pembersihan
, kegiatan pembersihan dilakukan apabila masih terdapat botol-botol berisi susu
kedelai yang kotor bagian luarnya.
2.
Labelling, dibuat dari kertas, yang
berisi sebagai Informasi ( berbentuk tulisan, logo,
BAB
4
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Kembang tahu dan susu kedelai
merupakan produk olahan kedelai. Kedua jenis produk olahan tersebut memeliki
kandungan protein yang tinggi sehingga baik dikonsumsi untuk kesehatan.
Alat yang digunakan untuk proses
kembang tahu dan susu kedelai memiliki teknologi pengolahan pangan yang
berkualitas tinggi,berhasil guna, bernilai guna dan berdaya guna karena
memenuhi syarat untuk pembuat pangan yang baik dan bermutu.
Kembang tahu merupakan produk awetan
kering dari kedelai yang dibuat melalui proses penghancuran kedelai hingga menjadi
cairan sari kedelai. Proses pembuatan susu kedelai adalah proses fisika yang
berupa proses pencampuran biasa, namun demikian perlu selalu diperhatikan
mengenai sifat-sifat protein yang sangat dominan.
4.2 Saran
Kami berharap, susu kedelai dan kembang
tahu akan menjadi produk olahan berprotein tinggi yang semakin dikenal dan
disukai oleh masyarakat umum.
Lampiran
Suprapti,M.Lies. 2005.
Kembang Tahu dan Su


0 komentar:
Post a Comment